This website works best with JavaScript enabled
BT Education 2 - шаблон joomla Создание сайтов

Tempe Production Process in RTI 

Forum Survey 

How Many Times Do You Eat Tempe in a Week?

Judul dari seminar ini adalah “The Benefits of Soyfood Consumption on Health” (Jakarta, 25 Juni 2009). Seminar ini dilakukan bekerja sama dengan: FTI, Asosiasi Dokter Gizi Indonesia (PDGMI), dan PT. Amerta Indah Otsuka. Dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari dokter, ahli gizi, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Latar Belakang Seminar

Kedelai (Glycine max) adalah legum yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi (sekitar 35%) dengan komposisi asam amino esensial yang lengkap, dan tinggi protein yang mudah dicerna. Kedelai terdiri sekitar 18-20% lemak, dimana 85% adalah asam lemak tak jenuh, sehingga memberikan dampak yang sangat signifikan pada kesehatan kita, terutama dalam kaitannya untuk mengendalikan penyakit kolesterol dan kardiovaskular. Kedelai juga kaya berbagai vitamin dan mineral serta serat makanan.

Dengan banyaknya keuntungan yang diperoleh, kacang kedelai memiliki berbagai julukan, seperti: Miracle Golden Bean, Meat of the Field, Cinderella Crop of the Century, The Future Hope of Protein, and The Amazing Soybean. Selain sebagai sumber gizi yang baik, kedelai dan produk olahannya juga merupakan sumber penting dari isoflavon yang dapat memberikan 30-40 mg isoflavon per porsi makan (Indiana Dewan Kedelai, 1998). Isoflavon adalah salah satu senyawa flavonoid yang banyak ditemukan dalam kacang-kacangan, terutama pada kedelai sekitar 0,25 konten%.

Isoflavon memiliki struktur kimia yang mirip dengan estrogen dan memiliki kemampuan untuk mengikat dengan reseptor estrogen dalam sel. Oleh karena itu, isoflavon biasanya disebut sebagai fitoestrogen, yang berarti bahwa estrogen milik dari tanaman (fito = tanaman). Survei di Jepang menunjukkan bahwa angka kematian yang lebih rendah akibat kanker jantung koroner, kanker payudara, kanker rahim dan aterosklerosis dipengaruhi oleh tingginya tingkat konsumsi makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu, natto, misso, dan susu. Hal ini diduga terkait dengan peran isoflavon kedelai (genistein, daidzein, dan glisetein) yang memiliki aktivitas biologis sebagai phyto-estrogen, antioksidan dan antimutagen. Isoflavon kedelai dapat bertindak sebagai antioksidan, yang berguna untuk mencegah: (1) kerusakan oksidatif membran sel, (2) aterosklerosis akibat oksidasi LDL (3) penyakit jantung koroner, (4) penyakit kardiovaskular, (5) kerusakan DNA oksidatif. Selain itu, daya antioksidan isoflavon juga berguna untuk memberikan efek antiproliferatif dan mencegah pertumbuhan sel-sel melanoma.

Isoflavon kedelai juga telah ditunjukkan untuk memberikan efek farmakologis, seperti: (1) mengurangi risiko kanker payudara, ovarium, dan prostat, (2) menurunkan kolesterol total dan LDL, meningkatkan HDL oz, (3) tekanan darah sistolik lebih rendah, (4) memiliki karakteristik antimutagenesis dan (5) mencegah osteoporosis pada wanita pascamenopause.

Pada prinsipnya, lebih banyak kedelai atau produk olahan dikonsumsi dalam pola menu harian, semakin baik dampaknya terhadap kesehatan. Berdasarkan fakta ini, American Heart Association, Nation Cancer Institute, dan American Diatetic Association, merekomendasikan bahwa makanan sehari-hari harus mengandung setidaknya satu jenis produk kedelai olahan.
Mengingat potensi luas isoflavon kedelai, maka pembangunan pangan fungsional itu akan menjadi terobosan yang memiliki arti strategis, baik dari perspektif tekno-ekonomi, dan kesehatan. Berbagai produk makanan baru dapat dirancang dengan fungsionalitas canggih dan kemanjuran isoflavon. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian terapan dan investasi diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi isoflavon bagi kesehatan manusia dan kesejahteraan.

Tujuan Seminar

Memberikan informasi terkini tentang kesehatan isoflavon kedelai dan produk olahan kedelai lainnya untuk berbagai pemangku kepentingan, seperti, dokter dan paramedis, ahli gizi, profesional kesehatan masyarakat, profesional kesehatan keluarga, industri makanan, akademisi, instansi pemerintah, serta masyarakat umum.

Topik dan Pembicara

  • Current Update on Role of Isoflavone in preventing and Treating Chronic Diseases (Dr. Mark Messina, Nutrition Matters, Ins. USA)
  • Soyfood Consumption and Health Profile from the Singapore Chinese Health Study (Dr. Koh Woon-Puay, National University of Singapore)
  • Soybean Processing and Marketing of Soy Foods- Challanges and Opprtunities for the Food Industry (Dr. Karl E. Weingartner, National Soybean Research Laboratory, University of Illinois, USA)
  • Glycemic Index of Snack Foods in Indonesia (Prof. Dr. Made Astawan, FATETA IPB, Bogor)
  • Isoflavon for Skin and Health (Prof. Dr. dr. Prasetyawati Subhan, FK UNDIP, Semarang)
  • Soybean for Perimenopausal Women (dr. Sri Sukmaniah, M.Sc. SpGK, FK UI, Jakarta)
#fc3424 #5835a1 #1975f2 #2fc86b #f_syc9 #eef12086 #150714100123